Dua Sejoli




Di tengah malam, dua lelaki berjalan tukar cerita
sambil mencegat becak.
“Enak ya, kenyal sekali dadanya.”
“Ah, aku lebih suka pahanya. Sintal, putih-mulus pula.”
Beberapa langkah dari mereka, lampu-lampu KFC meredup
tanda restoran cepat saji itu tutup.

Dua becak lewat, namun dari kejauhan terdengar suara,
“Pak ini kembaliannyaaaa…
uangnya kelebihannn….”
Dua waria melambaikan beberapa lembar ribuan.
“Nanti, nanti saja. Pegang dulu. Kami mau antar bapak-bapak ini,”
kata dua Bang becak hampir bersamaan.

Dua Bang becak, dua becak dan dua penumpang, berpisah di tikungan jalan.
Bapak yang botak segera sampai rumah. Istrinya sudah menunggu di depan pintu.
“Tumben pulang malam. Habis jajan ya?”
“Ah cuma sekali-sekali. Lagian ditraktir teman.”
“Waduh enaknyaaa… yang di rumah kuatir, situ malah mesra-mesraan.”
“Maksudnya gimana? Amri emang pacar lama. Tapi kan kita berdua sudah tobat.
Sejak ketemu kamu, aku lebih suka perempuan kok Bu!”

Jauh dari situ dua waria mengeluh. “Eike lemes cyynn,
kalo tiap malam musti main sama Bang becak. Tenaganya kuat banget bo!”
“Eiiih, siapa suruh main panco ama mereka, cyyyn. Taruhan lagi!”


*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar