Celana Dalam Merah



Larik-larik rindu berakhir penasaran. Aku lapar bertemu Desy.
Desy haus bertemu aku. Balada kantin cinta, dari mata turun ke mana-mana.
“Jadi ke Malang, Nit?”
“Besok sore sampai. Ketemu di mana?”
“Di mana saja, asal jangan di kuburan.”

Besok tiba menjadi kini. Kini datang bersama kabut.
“Des, aku sudah di Malang nih.”
“Cihuy. Ketemu di Kopitiam ya, jam 5 sore.”
“Tapi aku nggak bawa fotomu, cara mengenalimu gimana?”
“Aku juga nggak ngerti. Tampang kamu bisa beda kan dari PP?”
“Gampang Des, aku kan berkacamata biru.”
“Ya sudah Nit, aku pakai celana dalam merah.”
“Oke sip.”

Meja-meja Kopitiam dipenuhi senja. Dari atapnya berjatuhan rindu yang mencair. Sudah sepuluh menit menunggu. Desy tak nampak jua.
Oh iya, aku lupa lepas kacamata. Pantas hijau semua warnanya.
Nah, sekarang jelas. Jreengg… itu dia orangnya.
Lagi duduk baca majalah, ketawa-ketawa sendirian.
Tapi kok tampangnya beda ya? Penasaran.

“Desy ya?”
“Lho kok tahu?”
“Itu epilogmu kelihatan dari jauh.”
“Oh, kamu yang janjian kencan sama Desy ya?”
“Lho kok tahu?”
“Tadi Desy mau pinjam celana dalam Tante, tapi sudah saya pakai duluan.
Saya Ibu kos-nya,” kata perempuan itu.
Punah seluruh rasa. Putus segenap asa. Sebaiknya ngacir dari sana. Sialan!
Mana sudah pesan kopi. Mahal lagi.

Aku meniti senja yang rapuh. Sebentar lagi malam meluruh.
“Get back, get back… “ Lagu The Beatles dari telepon genggam.
“Nit, kamu gimana sih? Maunya apa ini?” Pekik suara Desy.
“Kamu yang ngaco. Aku kecewa!”
“Lhah, aku kan sudah bilang, ketemu di Kopitiam. Lagian di sini yang pakai
kacamata biru itu pengamen. Bukan kamu. Mau mainin aku ya?”
“Sebentar. Aku lupa bilang, kacamata paman yang biru nggak boleh dipinjam.
Buat ngamen katanya.” Aku sambung lagi, “Trus kamu pakai celana apa?”
“Gak pakai celanaaaa… cowok brengsek. Demi kamu, demi kamu yang kurang ajar!”
“Ya gimana lagi, ini sudah terlanjur sama Ibu kos kamu.”
Tut… tut.. tut… tut Telpon diputus.
Aku mampus, dibekap Tante yang penuh haus.
“Hayo, ronde kelima dimulai,” kata Tante seperti ingin menyembelih kurban.

*****

1 komentar:

  1. http://marimenujudomino206.blogspot.com/2017/05/presiden-jokowi-marah-besar-terkait-bom.html

    http://beritadomino2o6.blogspot.com/2017/05/bayi-berusia-3hari-hasil-hubungan.html

    http://detik206.blogspot.com/2017/05/peraturan-bermain-bandar-q-dan-cara.html

    http://jutawandomino206.blogspot.com/2017/05/ini-3-hal-penting-yang-harus-kamu-tahu.html


    DAFTARKAN SEGERA DIDOMINO206.COM JUDI ONLINE TEPERCAYA & AMAN 100% !

    SANGAT MUDAH MERAIH KEMENANGAN TUNGGU APALAGI AYO BURUAN DAFTARKAN:)

    UNTUK PIN BBM KAMI : 2BE3D683

    BalasHapus