Hantu Lantai 13


Akhirnya kantorku pindah kesebuah gedung berlantai tiga puluh. Aku tidak terlalu suka sebenarnya, lebih baik seperti kemarin di perumahan biasa, tak sukar mencari makanan, dan tak perlu naik turun lift hanya untuk membeli sebungkus rokok.

Namun Ibu Bos sudah memutuskan demikian, supaya presentatif katanya. Maklum, meski kantor periklanan kecil, makin hari makin banyak klien kami. Dan lagi sewa gedung relatif murah sejak masa resesi global. Hampir semua gedung banting harga, apalagi gedung yang kami baru tempati, bisa dibilang hanya beberapa lantai yang baru terisi. Sebulan kami menempati ruangan baru, segalanya serba asing dan suasananya sepi sekali dibanding kantor kami terdahulu.

Dulu di sekitar kantor kami mempunyai banyak tetangga dan penjual makanan yang berdagang hingga tengah malam. Buat aku yang sering lembur tentu situasi lingkungan sungguh berarti. Kami hanya bersepuluh termasuk Ibu Bos, sebagian besar pulang tepat waktu. Hanya aku berdua teman sesama bagian tim kreatif yang kerja hingga larut malam.

Selain kami, ada kantor yang bergerak dalam bidang perputaran saham di lantai 20, kantor kecil juga namun dua puluh empat jam mereka beroperasi. Mungkin sekitar sepuluh orang pegawainya, menurut petugas cleaning service yang kutemui di kantin kecil belakang gedung.
Lantai-lantai yang kosong membuat suasana sedikit aneh, seringkali lift berhenti pada lantai yang belum berpenghuni. Hanya gelap tak ada siapapun, entah siapa yang memencet tombol hingga lift berhenti. Itu sebabnya temanku sering ketakutan kalau kerja malam, ia memilih sabtu hari masuk ketimbang musti lembur malam. Rasa takutnya sedikit banyak mulai menular padaku.

Beberapa satpam yang bertugas malam sering cerita tentang keanehan pada gedung itu. Pada saat pembangunan sudah beberapa kali makan korban jiwa. Ada pekerja yang tewas tertimpa pipa udara, ada pula yang bunuh diri karena istrinya selingkuh dengan lelaki lain. Yang paling mengenaskan adalah kematian seorang wanita berambut panjang di lantai 13. Penyebabnya masih misteri hingga kini, jasadnya ditemukan seorang pekerja yang kebetulan salah masuk lantai gedung itu.

Siapakah wanita itu dan sebab musabab tewasnya belum diketahui hingga kini. Beberapa kabar mengatakan wanita itu pelacur yang dibawa seorang pekerja bangunan, sebagian lagi berkata itu wanita simpanan seorang satpam. Yang jelas mayatnya ditemukan dengan busana daster putih terkoyak dan ada bekas jeratan tali di lehernya. Sepertinya memang sengaja dibunuh, entah dengan alasan apa.

Malam Jum’at yang lalu aku harus menyelesaikan beberapa tugas yang akan kuserahkan pada bosku besok paginya, maka terpaksa aku lembur sendirian di kantor. Tak terasa hari mulai larut dan akhirnya kerjaanku pun selesai. Ketika melihat jam tanganku; Sial! Sekarang sudah jam 12 malam, dan hanya ada aku seorang diri di gedung itu.

Aku segera berlari menuju lift dan memencet tombol menuju lantai dasar.

Lantai 15, dan 14 terlewati, namun ketika tepat berada d lantai 13, tiba-tiba lift berhenti. Lalu pintu lift terbuka, dan ada seorang wanita cantik berambut panjang masuk.

“Baru pulang mas?”tanyanya ramah. Suaranya setengah berbisik dengan nada datar.

“Iya...” Dalam hati aku bergumam, gilaa nih cewek cakep bener, tapi……

Tapi aneh. Kok malem-malem begini ada cewek sendirian dalam gedung ini? Aku mulai bergidik.

Belum selesai keherananku, tiba-tiba ada bau wangi kembang sangat menusuk. Anehnya, kemudian berganti menjadi bau yang sangat busuk! Ini lah yang aku khawatirkan sejak semula.

Aku tak berani menoleh kearah cewek itu, namun bau busuk itu makin menyengat hidung.

Akhirnya aku tiba dilantai dasar, dan saat keluar dari lift, satpam gedung itu kaget melihat wajahku yang pucat pasi.

"Ada apa mas, anda kok pucat? Abis ketemu hantu ya?” tanya pak Satpam.

“Gak tau tuh mas, tadi di lantai 13 sempat ada seorang wanita ikutan naik lift dan turun di lantai 2, baunya minta ampun!”

"Wah, gak salah lagi, Itu pasti hantu cewek yang meninggal beberapa hari lalu. Tuh cewek kan meninggalnya di lantai 13..., kata pak Satpam seraya setengah melotot keheranan.

"Oh, bukan pak, dia itu ternyata cewek beneran. Dia pegawai kantor saham. Tapi, cewek itu buang angin sembarangan!"

****

Jakarta 6 september 2011

Youly Chang + Granito Ibrahim


Tidak ada komentar:

Posting Komentar